Kegiatan Interogasi di Atmosfer (ATM) Ramayana Mall (Jumat, 25/9) oleh PPNS Satuan Polisi Pamong Praja.
Foto: feminolce

Meningkatnya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kupang, mendorong Satuan Polisi Pamong Praja Prov. NTT melakukan interogasi di tempat-tempat hiburan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur SatPol PP Provinsi dan Kabupaten/Kota se – Nusa Tenggara Timur pada hari Rabu (23/9), yang bertempat di Aula Marungga I Hotel New Sasando Kupang.

Kegiatan Interogasi melibatkan Koordinasi Pengawas (korwas) yakni pihak Kepolisian sebagai Koordinator, PPNS Satuan Polisi Pamong Praja (provinsi, kota, kabupaten) sebagai anggota dan para sarina (polisi wanita) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Interogasi di tempat-tempat hiburan Kamis (24/9) selain memeriksa kartu identitas diri dari para pekerja malam, juga melakukan crosscheck kepatuhan pemilik tempat hiburan berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Pelaksanaan Kegiatan Interogasi ini dimulai pada pukul 23.00 wita (24/9) hingga 01.00 wita (25/9) yang diawali dengan Apel persiapan yang dipimpin oleh Kordinator Pengawas dan Kasat Pol PP Prov. NTT, Ir. Cornelis Wadu, M.Si selaku Pengarah.

Dalam arahannya, Koodinator Pengawas menyampaikan mekanisme pada saat berada di tempat hiburan yakni tim yang turun dan masuk pada tempat hiburan tetap menjaga suasana yang baik agar tidak terjadi gesekan dengan pemilik, pekerja dan pengunjung.

Selain itu Kasat Pol PP Prov. NTT mengingatkan kepada semua tim agar mematuhi makanisme yang telah disampaikan oleh Koordinator Lapangan; tim boleh melakukan wawancara tetapi tidak mengarah pada bentuk kekerasan. Selain itu beliau menghimbau agar selama pelaksanan interogasi semua yang turun wajib memperhatikan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak).

Pelaksanaan interogasi yang dilaksanakan di Royal, Hotel Citra dan Atmosfer (ATM) Ramayana Mall berjalan dengan baik dan lancar dengan pendekatan humanis. Kegiatan ini juga sekaligus digunakan untuk mensosialisasikan Peraturan Gubernur nomor 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.**LD