Seorang Srikandi Pol PP sedang berusaha menenangkan seorang anak perempuan yang ingin merampas selang air pada saat
pengamanan Kegiatan Identifikasi di Besi Pa'e (14/10/2020).
Foto: Jelfri Luin

 

Satuan Polisi Pamong Praja atau disingkat Satpol PP adalah Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Wajib Pelayanan Dasar, dengan jumlah pegawai sebanyak 138 orang antara lain Laki-laki berjumlah 113 orang dan Perempuan 25 orang.Dari jumlah yang ada dapat dikatakan bahwa jumlah perempuan yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas belum mencapai 50% .

Sesuai kebutuhan sebenarnya jumlah tenaga yang mesti ada di Perangkat Daerah ini harus berjumlah 250 orang,akan tetapi banyak yang tidak ingin ditempatkan pada Satuan Polisi Pamong Praja karena beranggapan sebagai tempat pembuangan.

Srikandi yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja adalah srikandi yang kuat dan tangguh,kenapa demikian karena mereka siap bekerja keras bersama laki–laki dalam mengamankan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Saat melaksanakan tugas banyak hal–hal sulit yang harus di lalui kendati  itu tidak menurunkan semangat srikandi Satuan Polisi Pamong Praja untuk terus bekerja menyelesaikan tugasnya.

Para srikandi  Satpol PP sering di tempatkan pada garda terdepan dalam pengamanan aksi yang melibatkan komponen masyarakat atau mahasiswa.Hal ini bertujuan untuk meminimalis adanya benturan yang berkepanjangan di lapangan.

Terkadang saat bertugas posisi para srikandi ini bagai buah simalakama,manakala sedang berhadapan dengan peserta aksi yang di dominasi oleh perempuan dan anak-anak kecil di bawah umur,sering peserta aksi mengeluarkan kata-kata yang tidak enak di dengar bahkan ada peserta aksi yang memukul dan melempar para srikandi ini saat bertugas,akan tetapi semua kondisi lapangan yang dialami diterima tanpa ada perlawanan sedikit..**LD