Berita Utama

Koordinator Umum Operasi Himbauan mengenai covid-19 tanggal 17 Juni 2020 (Hilarius B. C. da Silva, SE.M.Ec.Dev) sedang menjelaskan protokol kesehatan yang harus dilakukan di Roxy Mart di Jl. Amabi no. 54.
Foto: Agus Widodo
Link: Himbauan Covid-19 bulan April s/d bulan Juli 2020

 

Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19 atau virus Corona yang bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan lanjut usia), orang dewasa, anak-anak dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Virus tersebut mengalami perkembangan yang sangat pesat dan diikuti dengan angka kematian yang terus meningkat.

Virus ini telah menjadi pandemi dengan skala internasional dan sangat mempengaruhi seluruh sektor kehidupan di dunia. Kondisi ini juga terjadi di Indonesia tidak terkecuali di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Gugus Tugas (GT) yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Kesehatan dan TNI/Polri mengambil langkah cepat guna mencegah penyebaran Virus Corona secara lebih luas dengan memberikan edukasi yang bersifat himbauan kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya menaati protokol kesehatan.

Gerakan 3M dimulai dari menggunakan masker, mencuci tangan (di air yang mengalir) dan menjaga jarak. Selain himbauan lisan kepada masyarakat umum, tim gugus tugas juga membagikan pamflet kepada para pemilik toko/supermarker, warung makan, kios sampai pada pedagang kaki lima.

Kegiatan himbauan berlangung selama 4 bulan, dimulai pada tanggl 24 April 2020 dan berakhir pada tanggal 24 Juli 2020. Kegiatan ini berdampak positif dimana, adanya kesadaran masyarakat dalam menaaati protokol kesehatan sesuai himbauan Pemerintah.

Selain bersama Team gugus tugas, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur juga rutin melakukan himbauan covid. Kegiatan ini dikemas dalam patrol wajib dan hanya melibatkan internal Satpol PP Prov.NTT. **Fraun

Seorang Srikandi sedang membagikan masker kepada seorang kakek pada saat melakukan himbauan mengenai covid-19 (05/07/2020) di depan Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang.
Foto: Agus Widodo

 

Keberadaan Perempuan atau kerap disapa srikandi di Satuan Polisi Pamong Praja akan membentuk persepsi yang positif, karena perempuan merupakan makluk ciptaan Tuhan yang memiliki sifat lembut dan penuh kasih. Emansipasi kearah yang lebih modern. Dan kini sudah banyak srikandi yang berada di ranah publik (perempuan yang berkarir) yang dimana pekerjaan yang diemban oleh perempuan sama dengan pekerjaan yang diemban oleh kaum pria.

Perempuan selalu mengutamakan pendekatan yang lebih persuasive dalam mengatasi setiap persoalan lapangan. Setiap ada kegiatan lapangan, para srikandi selalu tampil dengan penuh keyakinan dimana ada kebahagian tersendiri saat tugas yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

Bersahabat dengan alam, naik turun kendaraan dalmas merupakan hal yang biasa dan sudah terbiasa. Begitu banyak pengalaman yang menarik saat menerima perintah tugas dan itu merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Dalam keseharian banyak hal yang dikerjakan guna mendukung kelacaran seluruh kegiatan yang bersentuhan langsung dengan penyelenggaraan ketenteraman dan ketertibam umum, mulai dari menyiapkan administrasi  sampai pada turun lapangan bersama kaum laki-laki.

Dengan dibekali sarana yang terbatas, para srikadi tetap maju dan terus maju untuk menciptkan rasa aman dan nyaman. Para srikandi ini rata rata semua belum mengikuti pendidikan latihan dasar sebagai akibat terbatasnya anggara daerah, sehingga setiap mereka tetap berjuang untuk meningkatkan pengetahuan dengan menggunakan media informasi yang ada.

Dalam pekerjaan mau tidak mau harus bisa membagi waktu antara tugas dilapangan dan tugas  sebagai ibu rumah tangga. Saat bertugas dilapangan para srikandi ini betul-betul memanfaatkan waktu dan kepercayaan dan saat kembali ke rumah para srikandi inipun memanfaatkannya bersama keluarga.

Pandangan masyarakat yang dibilang keliru, selalu menjadi topik menarik bagi para srikandi ini. Masyarakat belum memahami betul tugas dan fungsi Satuan Polisi pamong Praja. Perjuangan sebagai perempuan yang bekerja keras dan bekerja tuntas semestinya menjadi penghargaan tersendiri dimata masyarakat.

Banyak harapan yang belum tergapai  untuk kemajuan para srikandi ini salah satunya bisa bertambahnya jumlah personil  Pegawai Negeri Sipil srikandi yang usianya lebih muda. Di Provinsi lain diluar NTT  Performen srikan Satuan Polisi Pamong Praja sungguh-sungguh luar biasa karena tugas yang bersentuhan dengan masyarakat..***LD

Seorang Srikandi Pol PP sedang berusaha menenangkan seorang anak perempuan yang ingin merampas selang air pada saat
pengamanan Kegiatan Identifikasi di Besi Pa'e (14/10/2020).
Foto: Jelfri Luin

 

Satuan Polisi Pamong Praja atau disingkat Satpol PP adalah Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Wajib Pelayanan Dasar, dengan jumlah pegawai sebanyak 138 orang antara lain Laki-laki berjumlah 113 orang dan Perempuan 25 orang.Dari jumlah yang ada dapat dikatakan bahwa jumlah perempuan yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas belum mencapai 50% .

Sesuai kebutuhan sebenarnya jumlah tenaga yang mesti ada di Perangkat Daerah ini harus berjumlah 250 orang,akan tetapi banyak yang tidak ingin ditempatkan pada Satuan Polisi Pamong Praja karena beranggapan sebagai tempat pembuangan.

Srikandi yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja adalah srikandi yang kuat dan tangguh,kenapa demikian karena mereka siap bekerja keras bersama laki–laki dalam mengamankan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Saat melaksanakan tugas banyak hal–hal sulit yang harus di lalui kendati  itu tidak menurunkan semangat srikandi Satuan Polisi Pamong Praja untuk terus bekerja menyelesaikan tugasnya.

Para srikandi  Satpol PP sering di tempatkan pada garda terdepan dalam pengamanan aksi yang melibatkan komponen masyarakat atau mahasiswa.Hal ini bertujuan untuk meminimalis adanya benturan yang berkepanjangan di lapangan.

Terkadang saat bertugas posisi para srikandi ini bagai buah simalakama,manakala sedang berhadapan dengan peserta aksi yang di dominasi oleh perempuan dan anak-anak kecil di bawah umur,sering peserta aksi mengeluarkan kata-kata yang tidak enak di dengar bahkan ada peserta aksi yang memukul dan melempar para srikandi ini saat bertugas,akan tetapi semua kondisi lapangan yang dialami diterima tanpa ada perlawanan sedikit..**LD

Berita Utama

Polling

Bagaimana Kinerja Pol PP Saat Ini?

Bagus Sekali - 69%
Baiik - 17.2%
Biasa - 3.4%
Buruk - 6.9%
Tidak Tahu - 3.4%

Total votes: 29
The voting for this poll has ended on: December 31, 2020

Sedang Online

We have 109 guests and no members online

JSN Pixel 2 is designed by JoomlaShine.com | powered by JSN Sun Framework