Berita Utama

Kumpulan mahasiswa melakukan demonstrasi menolak Omnimbus Law Cipta Kerja di depan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (10/10/2020).
Foto: Agusanty Wangsir

 

Jumat (09/10/2020), ratusan mahasiwa melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi ini dikawal ketat oleh aparat yang terdiri dari anggota kepolisian (POLDA, POLRES kota Kupang, Brimob) sebagai garda terdepan, serta anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Aksi demo yang awalnya berlangsung kondusif, akhirnya ricuh antara pendemo dengan pihak keamanan. Pendemo melakukan tindakan-tindakan anarkistis dengan membakar ban dan melempar batu. Kericuhan ini disebabkan oleh keinginan pendemo untuk masuk ke dalam gedung dewan yang tidak diijinkan.

Setelah kurang lebih sepuluh menit ricuh, upaya negosiasi dilakukan dengan menghadirkan Emelia Julia Nomleni selaku Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Inche D. P. Sayuna selaku Wakil Ketua dan Ina Kolin selaku Anggota Komisi V DPRD, namun upaya ini tidak berhasil. Pendemo tetap meminta agar bisa masuk ke gedung dewan.

Akibat dari kericuhan ini, Jalan El Tari sempat ditutup oleh pihak keamanan.**LD

Kegiatan Interogasi di Atmosfer (ATM) Ramayana Mall (Jumat, 25/9) oleh PPNS Satuan Polisi Pamong Praja.
Foto: feminolce

Meningkatnya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kupang, mendorong Satuan Polisi Pamong Praja Prov. NTT melakukan interogasi di tempat-tempat hiburan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur SatPol PP Provinsi dan Kabupaten/Kota se – Nusa Tenggara Timur pada hari Rabu (23/9), yang bertempat di Aula Marungga I Hotel New Sasando Kupang.

Kegiatan Interogasi melibatkan Koordinasi Pengawas (korwas) yakni pihak Kepolisian sebagai Koordinator, PPNS Satuan Polisi Pamong Praja (provinsi, kota, kabupaten) sebagai anggota dan para sarina (polisi wanita) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Interogasi di tempat-tempat hiburan Kamis (24/9) selain memeriksa kartu identitas diri dari para pekerja malam, juga melakukan crosscheck kepatuhan pemilik tempat hiburan berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Pelaksanaan Kegiatan Interogasi ini dimulai pada pukul 23.00 wita (24/9) hingga 01.00 wita (25/9) yang diawali dengan Apel persiapan yang dipimpin oleh Kordinator Pengawas dan Kasat Pol PP Prov. NTT, Ir. Cornelis Wadu, M.Si selaku Pengarah.

Dalam arahannya, Koodinator Pengawas menyampaikan mekanisme pada saat berada di tempat hiburan yakni tim yang turun dan masuk pada tempat hiburan tetap menjaga suasana yang baik agar tidak terjadi gesekan dengan pemilik, pekerja dan pengunjung.

Selain itu Kasat Pol PP Prov. NTT mengingatkan kepada semua tim agar mematuhi makanisme yang telah disampaikan oleh Koordinator Lapangan; tim boleh melakukan wawancara tetapi tidak mengarah pada bentuk kekerasan. Selain itu beliau menghimbau agar selama pelaksanan interogasi semua yang turun wajib memperhatikan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak).

Pelaksanaan interogasi yang dilaksanakan di Royal, Hotel Citra dan Atmosfer (ATM) Ramayana Mall berjalan dengan baik dan lancar dengan pendekatan humanis. Kegiatan ini juga sekaligus digunakan untuk mensosialisasikan Peraturan Gubernur nomor 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.**LD

Kasat Pol PP Prov. NTT (Ir. Cornelis Wadu, M.Si - kiri), Asisten Pemerintahan (Drs. Benyamin Lola, M.Pd - tengah), dan Kasubdit PPNS Direktorat Pol PP dan Linmas (Drs. Bimo Aryo Tedjo, M.Si - kanan) dalam kegiatan BIMTEK Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Kabupaten/Kota se - Nusa Tenggara Timur hari kedua (23/09/2020) di Aula Marungga 1 Hotel New Sasando Kupang.
Foto: Paulus Pattipeilohy


Hari ini (Rabu, 23/9), bertempat di aula Marungga 1 Hotel New Sasando Kupang, Asisten I Setda Prov. NTT membuka kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-NTT, yang akan dilaksanakan sampai dengan Jumat, 25/9/2020.

Dalam sambutan Sekertaris Daerah yang dibacakan oleh Asisten I disampaikan bahwa kondisi Trantibum sangatlah dinamis dalam masyarakat yang multikultur dan multi etnis seperti pada masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya, dan Kota Kupang khususnya. Belum lagi permasalahan yang berkaitan dengan Peraturan Daerah maupun Keputusan Kepala Daerah yang harus ditegakkan dalam jumlah yang cukup banyak.

Menghadapi kondisi permasalahan demikian, maka anggota Pol PP khususnya para Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dituntut untuk lebih memahami aturan/regulasi, memiliki sikap disiplin dan ketaatan pada aturan, memiliki jaringan informasi yang lebih luas, penguasaan medan yang detail dan tanggapan kondisi yang diduga akan terjadi suatu peristiwa Trantib, memiliki etika korps yang tinggi dan terampil, serta cekatan untuk mengatasi permasalahan ketentraman dan ketertiban umum.

Pelaksanaan Bimtek ini diawali dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Forum Satpol PP dan Damkar, Pertemuan Para Pejabat Bidang Damkar, serta Rakortek Daerah Berpotensi Kebakaran (Selasa, 22/9).

Rakor dan Bimtek juga menghadirkan dua nara sumber dari pusat yakni Kasubdit  PPNS,  Drs. Bimo Aryo Tedjo, M.Si dan Kasubdit Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur pada Direktorat SatPol PP dan Perlindungan Masyarakat, Eko Wulandaru, SE, MAP.

Laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang SDA SatPol PP Prov. NTT, Sunardi, S.Pi, disampaikan bahwa tujuan utama dilaksanakan Kegiatan Bimtek dan Rakor ini adalah untuk menyamakan persepsi berkaitan dengan implementasi program/kegiatan, meningkatkan kemampuan teknis seluruh anggota SatPol PP dan merumuskan langkah strartegis dalam mengoptimalkan peran yang diemban sebagai garda terdepan penyelenggaraan Trantibum.

Selain itu Kasat SatPol PP Prov.  NTT, Ir. Cornelis Wadu, M.Si, dalam materinya yang berkaitan dengan kebijakan dalam Pembinaan SatPol PP disampaikan bahwa dalam waktu dekat akan diselenggarakan pemilukada serentak di sembilan (9) Kab/Kota. Peran Linmas di Kab/Kota sesuai Peraturan Gubernur nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban serta Perlindugan Masyarakat menjadi sangat penting dalam mengawal seluruh rangkaian pesta demokrasi agar berjalan dengan tertib dan tenteram.

Kasat Pol PP Prov. NTT, Ir. Cornelis Wadu, M.Si, juga menghimbau agar Satuan Polisi Pamong Praja yang ada di Kab/Kota tetap menjadi garda terdepan dalam proses pencegahan penyebaran virus corona yang semakin meningkat di NTT dengan memperhatikan pedoman tatanan normal baru yang telah dikeluarkan oleh Pemeritah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Dalam rangkaian kegiatan Rakor Forum Satpol PP dan Damkar juga dibangun sebuah kesepakatan bersama dalam bentuk Kerja Sama Operasional (KSO) antar Prov/Kab/Kota yang bertujuan untuk meningkatkan mutu/kualitas peran Satpol PP dalam penyelenggaraan Trantibum dan Linmas.**(LD)

Berita Utama

Polling

Bagaimana Kinerja Pol PP Saat Ini?

Bagus Sekali - 69%
Baiik - 17.2%
Biasa - 3.4%
Buruk - 6.9%
Tidak Tahu - 3.4%

Total votes: 29
The voting for this poll has ended on: December 31, 2020

Sedang Online

We have 212 guests and no members online

JSN Pixel 2 is designed by JoomlaShine.com | powered by JSN Sun Framework